ZARA dikecam

Singgung Warga Gaza, Brand ZARA Dikecam  

Posted on

CORUMESCORTTEL – Brand fashion dunia yakni ZARA, menuai kontroversi setelah konsep kampanyenya dianggap menyinggung kondisi warga Gaza. Akibat foto di sosial media resminya, kini brand ZARA dikecam dan dihujat habis-habisan oleh warganet, ada apa?

Konten Promosi ZARA Dirujak Netizen

Belum habis kontroversi yang dibuat para selebritas Hollywood tentang penderitaan korban kekejaman Zionis Israel.

Kini muncul lagi masalah dari brand pakaian ternama, ZARA. Dalam konten promosi produk terbaru mereka, warganet menilai itu seperti sindiran bagi korban warga sipil di Palestina. Kampanye tersebut memperlihatkan model perempuan yang berdiri di dalam sebuah kotak kayu, dengan setelah hitam.

Ornamen atau properti di sekitarnya terlihat seperti reruntuhan bangunan beton dan peti kayu berukuran kecil.

Ada juga dalam unggahan lain menampilkan patung yang anggota tubuhnya tidak lengkap atau hilang. Meski tujuan utamanya adalah promosi jaket ZARA Atelier Collection 4, tapi konsep yang digunakan dinilai tidak berempati.

Dari 5 unggahan kolase foto, kolom komentar semuanya dipenuhi hujatan dan komentar negatif dari warganet.

Seorang Digital conten creator bernama Ragoode bahkan sampai menyatakan akan memboikot produk brand tadi. Datang juga dari seorang seniman asal Palestina yakni Hazem Harb, dia menyerukan boikot atas kampanye tersebut.

Kata Harb, menggunakan kematian dan kehancuran sebagai background fashion adalah tindakan jahat.

Keterlibatan ini harusnya bisa membuat konsumen marah dan memboikot ZARA, sambung Harb. Sebagai informasi, konten kampanye itu diambil oleh Tim Walker yang arahan seninya di gagas oleh perusahaan Perancis-Amerika, Baron & Baron.

Hingga berita ini ditulis, belum ada klarifikasi resmi dari perusahaan terkait. Baik dari pihak dokumentasi maupun perusahaan masih bungkam tak menanggapi kecaman warganet.

 

Bukan Kali Pertama

Selidik punya selidik, ternyata momen di atas bukan pertama kali ZARA menuai kontroversi dan diancam boikot. Pada Oktober lalu, warga Arab Israel telah melakukan lebih dulu kecaman dan boikot untuk brand fashion tersebut.

Alasannya karena pemilik waralaba mereka kedapatan menjamu tokoh politik sayap kanan yakni Itamar Ben Gvir.

Jamuan itu dilakukan dalam rangka kampanye pemilu di Raanana beberapa waktu lalu. Maju ke bulan November, nama brand itu kembali disebut setelah terjadi demo berdarah para buruh di Bangladesh.

Demo berdarah para buruh garmen tadi dinilai punya potensi besar mengganggu produksi produk merek ZARA.

Terjadi selama 2 minggu, sudah ada 3 pekerja tewas dalam bentrokan ribuan buruh dan aparat. Penyebab gelombang protes itu adalah penolakan terhadap keputusan upah buruh yang dianggap tak layak.

Upah mereka sebelumnya adalah 95 US Dollar atau setara dengan 1,4 juta Rupiah. Naik jadi 113 US Dollar atau sama dengan 1,7 juta perbulan.

Tetapi kenaikan tersebut justru ditolak mentah-mentah oleh para buruh karena dianggap tak sebanding dengan lonjakan inflasi 5 tahun belakangan. Untuk sebuah pusat produksi brand terkenal, angka ini tidak sebanding dengan keuntungan besar perusahaan setelah produknya terjual dengan harga mahal.

Mereka menuntut agar upah bisa dinaikan hingga 208 US Dollar perbulan atau setara dengan 3,2 juta Rupiah.

Akibat aksi demo buruh garmen itu, para pengusaha brand ternama seperti ZARA, H&M hingga Puma ketar-ketir. Pasalnya, jika sampai terus berlanjut maka produksi produk mereka pasti terancam.

Sebagai penyumbang pendapatan terbesar setiap tahun di Bangladesh, nyatanya para buruh tidak mendapat hasil sebanding. Terutama para pekerja perempuan yang digaji terlampau kecil. (redaksi: situs judi bola)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *